Meningkatkan Industri Kabel Indonesia Dengan Kehadiran Pabrik Produksi Terbesar Di ASEAN

Meningkatkan Industri Kabel Indonesia Dengan Kehadiran Pabrik Produksi Terbesar Di ASEAN
October 4, 2018 pdadmin
In Blog
Federal Kabel

Seiring dengan hadir dan berdirinya pabrik produksi kabel serat optik pertama di Indonesia milik PT Yangtze Optical Fiber Indonesia (YOFI), banyak pihak yang menilai bahwa ini akan menjadi keuntungan besar bagi para penggiat industri kabel lokal seperti Federal Kabel dan Supreme Kabel. Bahkan banyak yang menyatakan bahwa kehadiran YOFI di tanah air dapat mendongkrak industri kabel lokal khususnya serat optik hingga mencapai 50%.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Dirjen Industri Logam, mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan yang mengungkapkan bahwa dengan hadirnya YOFI dapat meningkatkan komponen lokal (dalam negeri) untuk Industri Kabel serat optik menjadi 50%

Berkat adanya peningkatan TKDN, ini akan memberikan angin segar bagi para pelaku industri kabel di Indonesia untuk dapat mengikuti program peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) yang menyatakan bahwa tiap-tiap instansi pemerintah maupun BUMN wajib memakai produk dengan TKDN sebesar lebih dari 40%.

“Ini adalah pabrik serat optik yang pertama dan perlu diapresiasi. Kita nanti akan lengkapi dengan SNI wajib supaya produk-produk impor harus memenuhi standar di sini,”. Ujar Putu.

Seperti yang diketahui sebelumnya bawah PT Yangtze Optical Fibre Indonesia (YOFI) yang merupakan hasil patungan dari PT Yangtze Optical Fibre and Cable (YOFC) dan PT Monas Permata Persada telah mendirikan pabrik pusat produksi kabel serat optikdi Karawang, Jawa Barat dan di klaim sebagai pusat produksi yang pertama dan terbesar di ASEAN.

Sementara itu, Jan Bongaerts selaku presiden komisaris YOFC mengungkapkan alasannya mengapa memilih Indonesia sebagai basis produksi. Menurutnya industri kabel di Indonesia lebih jauh berkembang bila dibandingkan dengan berbagai negara lain yang berada di ASEAN.

Baca Juga  Terkait Revolusi Industi, Jokowi Tegaskan Keunikan Industri Indonesia

Sejauh ini Bongaerts memprediksi bahwa jumlah permintaan kabel serat optik di Indonesia mampu mencapai 8 hingga 9 juta kilometer per tahunnya, dan dapat mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dalam waktu dekat seiring dengan banyaknya permintaan akan jaringan dan kebutuhan koneksi masyarakat Indonesia.

“Buat saya dengan penduduk sebanyak Indonesia permintaan 8–9 juta kilometer tidak cukup. Pasti berlipat ganda dengan mudah. Kami merancang pabrik ini untuk memenuhi seluruh kebutuhan serat optik di Indonesia sambil mengincar pasar di Asia Tenggara,” tutup Bongaerts