Lagi, Mahasiswa Indonesia kembangkan Energi Listrik Dari Sebuah Kulit Pisang

Lagi, Mahasiswa Indonesia kembangkan Energi Listrik Dari Sebuah Kulit Pisang
October 5, 2018 pdadmin
In Blog
energi kabel listrik pisang

Bila dibandingkan dengan Negara-Negara maju lainnya yang ada di Asia, sepertinya Indonesia tidak bisa diremehkan dalam hal pengembangan teknologi. Seperti yang terlihat pada tiga orang mahasiswa berbakat bernama Charisma Virginia, Muhammad Errel Prasetyo, dan Sangaji Arif Setyawan,   dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya  (Unibraw) Malang, Jawa Timur yang berhasil menciptkaan sebuah penemuan baru dalam hal kelistrikan. Ketiga mahasiswa tersebut berhasil memanfaatkan bakteri anaerob yang berasal dari pembususukan limbah kulit pisang untuk menjadi sebuah produksi energi listrik bernama “Mikrobial Fuellcell”

 

Menurut salah satu mahasiswa, Chrisma mengatakan bahwa konsep yang mereka ciptakan ini masih terbilang cukup langka, karena sebelum-sebelumnya yang sering diolah itu adalah limbah cair, akan tetapi kali ini mereka justru menggunakan limbah padat. Salah satu yang menjadikan konsep mereka cukup mencuri perhatian adalah karena kemudahan mendapatkan kulit pisang tersebut, mulai dari sisa jualan pisang goreng, ataupun bisa didapat dari sisa produksi industri keripik pisang.

 

lebih lanjut mereka mengatakan bahwa ide tersebut muncul akibat dari keresahan mereka terhadap permasalahan sumber daya alam minyak bumi yang kian lama kian berkurang sebagai sumber energi utama, sehingga mereka memutuskan untuk membuat sebuah energi yang dapat tergantikan.

 

“kami memutuskan untuk menggunakan kulit pisang, karena kemudahan untuk mendapatkannya, dimana saja dan kapan saja.” Ujar mereka.

 

Teknik Pengerjaan

Ketika ditanya mengenai mekanisme pengerjaan alat tersebut, mereka mengatakan bahwa caranya adalah dengan menghancurkan dan menumbuk kulit pisang tersebut. Akan tetapi menurut mereka dari hasil penghancuran tersebut, tidak boleh dilakukan penambahan air, karena dapat mengurangi substrat nya. Setelahnya, ketika sudah halus seperti bubur, barulah olahan pisang tersebut dimasukkan kedalam kotak reaktor ataupun  bio chamber.

Baca Juga  Sistem Otomatisasi Pabrik Tengah Menjadi Tren Industri Di Asia Tenggara

 

Kotak reaktor tersebut pun telah di bagi dua, yaitu kotak untuk annoda dan katoda, yang pada setiap kompartemennya telah dipasangi elektroda. Di lain sisi, pada anoda nya barulah diisi oleh kulit pisang yang telah ditumbuk, sementara kotak katoda diisi aquades. Jadi dengan kata lain, prinsip kerja pengolahannya cukup mudah, yaitu kulit pisang difermentasikan mikroba dan akan menghasilkan elektron yang telah dialiri dari anoda dan kekatoda.

 

Pada akhirnya, kedua kotak tersebut mampu menghasilkan listrik sebesar 1,5 volt dimana mampu untuk menghidupkan sebuah lampu LED merah. Untuk kedepannya, mereka masih mencari cara agar alat mereka tersebut mampu menghasilkan 5 volt listrik yang nantinya akan mampu menyalakan lampu dan juga untuk mengisi powerbank.

 

 

Dapatkan informasi lainnya seputar kelistrikan dan kabel berkualitas seperti Supreme kabel, atau Federal kabel hanya di PDSahabat.com, solusi cerdas masalah kelistrikan Anda.