Lampu Sinyal Serbaguna Untuk Semua Kebutuhan

Lampu Sinyal Serbaguna Untuk Semua Kebutuhan
October 17, 2019 pdadmin
In Blog, Lampu Sinyal

Mengenal Lebih Jauh Lampu Sinyal

Selama ini, mungkin Anda belum akrab dengan yang namanya lampu sinyal. Padahal, selama ini Anda bisa melihatnya setiap hari baik di jalan ataupun pada ponsel Anda. Lampu sinyal ini diperuntukkan sebagai sebuah alat komunikasi yang mengisyaratkan sejumlah kode dengan menggunakan cahaya. Yuk, kenali lebih lanjut mengenai jenis lampu ini.

Sejarah Awal

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, lampu ini sampai saat ini digunakan sebagai alat komunikasi yang mengisyaratkan sejumlah kode tertentu menggunakan cahaya. Pada umumnya, kode yang digunakan adalah kode Morse yang juga umum digunakan di dunia kepramukaan.

Kode lampu ini ditemukan pertama kali oleh Arthur C. W. Aldis. Oleh sebab itulah, lampu ini dikenal juga dengan nama lampu Aldis. Secara sederhana, cara kerja dari lampu ini adalah membuka dan menutup jendela atau penutup yang dipasang di depan lampu dengan durasi yang beragam.

Prosesnya bisa dioperasikan baik secara manual dengan menggunakan saklar atau bisa juga dengan cara otomatis. Selain itu, penerapan lampu ini biasanya dilengkapi dengan alat optik untuk memperjelas penglihatan serta mudah untuk dipindahkan. Syarat lampu ini adalah menghasilakn jarak pandang sejauh 8 mil.

Lampu ini pertama kali digunakan oleh Angkatan Laut Britania Raya di akhir abad ke 19. Pada saat itu, jenis lampu ini digunakan karena dianggap sebagai sarana komunikasi yang aman dan mudah digunakan sebab selama beberapa saat waktu itu alat berbasis radio sedang tidak bisa digunakan atau memang tidak boleh digunakan karena menghindari musuh.

Jenis lampu yang dipasang pada saat itu juga berbeda-beda/ ada lampu yan dipasang pada puncang tiang kapal. Jenis ini biasanya terletak lebih kuat di tiang kapal. Namun, ada juga yang ukurannya kecil dan dapat digenggam. Makin besar lampu, maka cahaya yang dihasilkan juga akan kuat.

Lampu ini dulunya menggunakan lampu busur karbon sebagai sumber cahaya yang mampu menghasilkan cahaya berdiameter 50 cm. Lampu ini pun dulu digunakan untuk pengiriman isyarat ke cakrawala bahkan dapat dikirimkan sinyalnya meskipun matahari sedang bersinar cerah.

Untuk praktik penggunaan kode isyarat tertentu pada jenis lampu sinyal ini sendiri pertama kali dilakukan oleh Philip Howard Colomb di tahun 1867. Kode aslinya bahkan digunakan oleh angkatan laut Inggris selama tujuh tahun berturut-turut dan tidak terlalu identik dengan kode Morse yang ada.

Namun, pada akhirnya hal itu mulai bergeser dan penambahan isyarat kode Morse memang sangat diperlukan dalam hal ini untuk isyarat khusus. Sedangkan generasi keduanya muncul di tempat yang sama dengan menggunakan jenis lampu berkedip yang muncul setelah sinyal bendera terkenal.

Pada saat itu, angkatan laut negara maju dan pasukan NATO menggunakan lampu isyarat ini ketika berkomunikasi karena komunikasi menggunakan radio tak bisa dipakai sedangkan aliran listrik juga tidak ada. Sedangkan untuk saat ini yang mana peralatannya sudah sangat canggih, lampu yang digunakan adalah yang menggunakan spektrum inframerah.

Prinsip Kerja Lampu Isyarat

1. Lampu Isyarat Filamen

Saat ini, lampu isyarat atau sinyal yang digunakan ada jenisnya. Pertama adalah lampu filamen atau lampu pijar. Lampu ini memiliki dua aspek yakni main dan auxilary. Pada kondisi normal, disebut dengan main filament. Sedangkan pada kondisi putus secara otomatis akan disebut dengan auxilary filament akan menyala secara otomatis.

Bersamaan dengan menyalanya auxilary filament, maka ia juga memberikan informasi ke sistem interlocking bahwa main filament terputus. Jika auxilary filament juga terputus, maka sistem lampu ini akan padam.

2. Lampu Isyarat LED

Baca Juga  Autonics Sebagai Solusi Industri Otomatis Dunia

Jenis kedua yang digunakan adalah LED. Lampu ini adalah yang paling banyak digunakan saat ini karena lebih mudah dalam hal instalasi di lapangan. Selain itu, ketika penggantian, tak ada masalah safety yang harus dikhawatirkan karena memang cara kerjanya yang jauh lebih aman dibandingkan dengan lampu filament.

Namun, jika ditanya bagaimana cara kerja dari lampu LED ini, sebenarnya cara kerjanya sama saja dengan lampu filamen. Hal yang membedakannya hanyalah safety-nya yang jauh lebih aman saja.

Penggunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Pengatur Lalu Lintas Udara

Bila dulu lampu isyarat ini digunakan sebagai sinyal angkatan laut, kini penggunaan lamou ini di kehidupan sehari-hari makin berkembang. Salah satu penerapannya yang bisa Anda lihat adalah pada menara kontrol lalu lintas udara. Lampu ini digunakan untuk mengatur lalu lintas udara sampai saat ini.

Ia memiliki fungsi sebagai perangkat cabangan jika terjadi kerusakan pada radio di pesawat terbang. Lampu isyarat yang digunakan dapat berwarna merah, hijau, putih dan selain itu ada juga lampu yang berkedip-kedip. Hanya saja, pesan yang dapat disampaikan lampu ini cukup terbatas. Hanya ada petunjuk dasar yang bisa ditunjukkannya.

Petunjuk dasar yang dimaksud adalah mendarat atau putar arah. Hal itu dikarenakan lampu ini memang tidak dimaksudkan untuk mentransmisi pesan dalam bentuk kode Morse. Nantinya, pesawat dapat memberikathukan petugas pengatur lalu lintas udara bahwa pesawat mendapatkan pesan dari mereka dengan cara menggerakkan sayap pesawat.

Selain itu, bisa juga dengan cara menyalakan lampu yang menandakan mereka akan mendarat. Pada awal tahun 1940-an, lampu isyarat ini memang sangat diperlukan pada menara lalu lintas udara. Itu dikarenakan kebanyakan pesawat lecil belum dilengkapi dengan radio.

Bahkan, dulunya keberadaan pesawat kecil ini juga belum bisa ditangkap radar sehingga keberadaannya lampu ini sangat penting. Namun, seiring dengan berkembangnya komunikasi, lampu ini hanya digunakan sebagai cadangan dan digunakan apabila terjadi kerusakan pada teknologi komunikasi yang ada.

2. Lampu Lalu Lintas

Baca Juga  Mengenal Dasar-Dasar Programmable Logic Controller (PC) Untuk Pabrik

Selain pada menara lalu lintas udara, Anda juga bisa menemukan lampu ini pada lampu lalu lintas. Ya, pada dasarnya cara kerja lampu lalu lintas sama dengan lampu yang diletakkan pada menara pengatur lalu lintas udara. Ia diletakkan di daerah persimpangan untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan.

Tujuannya tentu saja untuk mengatur kapan kendaraan bisa jalan, kapan harus berhenti dan kapan pejalan kaki bisa menyeberang. Lampu yang digunakan untuk mengatur lalu lintas ini sudah diakui secara universal dengan menggunakan warna hijau untuk jalan, kuning untuk hati-hati dan merah untuk berhenti.

Sama seperti halnya lampu isyarat yang digunakan pada menara pengatur lalu lintas, lampu ni tidak bisa digunakan untuk mentransmisi pesan dalam bentuk kode morse. Hanya saja, ia memiliki tanda yang lebih universal dan diakui.

3. Aplikasi pada Produk Ponsel

Selain itu, Anda juga bisa melihat penggunaan fitur lampu isyarat ini pada produk ponsel yang salah satunya adalah produk iPhone. Aplikasi ini akan memudahkan pengguna untuk mentranmisi kode Morse dalam bentuk isyarat cahaya. Tombolnya bisa dimatikan secara otomatis ketika ditekan dan ini memungkinkan pengguna untuk memulai transmisi sinyal.

4. Lampu Isyarat Kereta Api

Keberadaan lampu isyarat pada kereta api ini bisa dikatakan sebagai sistem interlocking kereta api. Ia terdiri dari komponen blok, wesel, track dan sinyal. Pada saat PPKA membentuk rute untuk memasukkan kereta api ke stasiun atau memberangkatkan kereta, keempat komponen itu akan dicek dahulu bersamaan dengan interlocking.

Sinyal adalah komponen terakhir yang dicek sebab 3 komponen lainnya harus dipastikan aman dan berfungsi lebih dulu sebelum bisa menyalakan sinyal. Untuk lampu isyarat di sini memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem interlocking kereta api.

Sebab, ia memiliki warena warna dan indikatornya berfungsi memberikan tanda bahwa kapan masinis boleh memberhentikan atau menjalankan kereta api yang dikemudikannya. Warna atau indikator dari lampu sinyal ini sama dengan rambu di seluruh dunia sehingga masinis paham dan menjalankan keretanya dengan aman.

Warna atau cahayanya ditempatkan pada suatu tempat tertentu untuk memberikan siyarat tertentu terhadap pengoperasian kereta api yang warnanya sama dengan warna lampu lalu lintas pada umumnya. Untuk menghindari bola lampu putus, biasanya dipasang dua pasang lampu pada setiap aspeknya.

Sekarang, Anda sudah mengerti tentang lampu sinyal ini, kan? Sejarah dan penggunaannya sehari-hari sudah terpapar dengan jelas di atas. Meskipun Anda kurang familiar dengan nama lampu ini, Anda sebenarnya bisa menemukannya hampir setiap saat dan ia memberikan banyak sekali manfaat untuk kehidupan sehari-hari masyarakat.